Pages

Monday, July 22, 2013

PUPUK ORGANIK PADAT KASCING SUBA

PUPUK KASCING merupakan pupuk organik yang berasal dari kotoran cacing Lumbricusrubellus terkandung berbagai unsur hara yang dibutuhkan tanaman seperti N, p, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Al, Na, Cu, Zn, Bo dan Mo.
Kascing berperan memperbaiki kemampuan menahan air, menyediakan nutrisi bagi tanah, memperbaiki struktur tanah, dan menetralkan pH tanah. Kascing mempunyai struktur remah sehingga dapat mempertahankan kestabilan dan aerasi tanah.
Pupuk Kascing Padat SUBA

Kegunaan KASCING SUBA
  • Memperkaya unsur hara media tanam baik makro maupun mikro
  • Meningkatkan kesuburan media tanam baik fisik maupun kimiawi, sehinggatanamanmenjadicerah, kokoh, danberbunga/berbuah lebat
  • Ramah lingkungan 
DOSIS DAN CARA PENGGUNAAN KASCING SUBA

1.      TANAMAN PANGAN
A.    Padi dan jagung
Dosis : 300kg – 500kg/ha
a. Padi
Tabur sebanyak 200 – 300kg/ha di atas media tanam setelah pengolahan tanah. Ulangi pemupukan dengan dosis 100 – 200 kg/ha setelah 45 hari
b. Jagung
Pupuk sebanyak 200 – 300 kg di bawah tanaman pada umur tanam 15 hari. Ulangi pemupukan dengan dosis 100 – 200 kg pada umur tanam 50 hari

B.     Sayuran (tomat, cabe, kol, kacang panjang, wortel, kentang, sosin, selada dll)
a. Pemupukan awal saat tanam sebanyak 10 – 20 gram setiap pemupukan
b. Ulangi pemupukan setiap 7 – 15 hari dengan dosis 10 – 20 gram/tumpu

2.      TANAMAN PERKEBUNAN (kelapa sawit, karet, kopi, kakao, jeruk, cengkeh dll)
A. Dosis penggunaan 5 – 25 kg  setiap batang per-6 bulan, yaitu sesuai dengan umur dan ukuran tanaman
B. Cara penggunaannya ialah ditabur dan kemudian diaduk dengan permukaan tanah di sekitar batang tanaman. Cara lain adalah mengubur/menanam KASCING SUBA di salah satu sisi bawah pohon di sekitar batang tanaman dengan kedalam 30 – 50 cm di bawah permukaan tanah, tergantung dari umur dan ukuran tanaman. Pemupukan 6 bulan berikutnya dilakukan di bagiansisi lain danseterusnya

3.      TANAMAN HIAS
A. Sebagai media tanam gunakan KASCING SUBA dicampur dengan tanah biasa dengan perbandingan 1 : 4, yaitu satu bagian KASCING SUBA dan empat bagian tanah biasa
B. Lakukan pemupukan dengandosis 10 – 100 gram KASCING SUBA pada setiap pohon (pot)/bulan tergantung umur, jenis, dan ukuran tanaman
C. Untuk tanaman anggrek paku cara penggunaannya ialah dengan merendam pakeni terlebih dahulu dengan dosis 1kg KASCING SUBA kedalam 35 liter kemudian disaring dan disemprotkan (disiramkan) pada tanaman melalui seluruh bagian, yaitu akar, batang dan daun. Pemupukan dapat dilakukan setiap 15 – 30 hari. Ampas KASCING SUBA hasil penyaringan dapat digunakan untuk media tumbuh jenis tanaman lain.

4.  TANAMAN PEMBENIHAN (TANAMAN PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN, TANAMAN PANGAN, TANAMAN HIASDLL)
    Cara penggunaannya ialah dengan menggunakan KASCING SUBA sebagai media tumbuh benih dengan dosis penggunaan1 : 2, yaitu satu bagian KASCING SUBA dan dua bagian tanah biasa.

No comments:

Post a Comment